1 LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Jumat, 02 Oktober 2009

January 8, 2018 | Author: Anonymous | Category: Ilmu, Ilmu kebumian, Seismologi
Share Embed Donate


Short Description

Download 1 LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Jumat, 02 Oktober 2009...

Description

.

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500 Email : [email protected] Website : http://www.bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Jumat, 02 Oktober 2009 Hari Kamis, 01 Oktober 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Jumat, 02 Oktober 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut : I. Gempa Bumi di Kab. Padang Pariaman, Prov. Sumatera Barat A. Kejadian

1. Jenis Kejadian

: Gempa Bumi Tektonik

2. Waktu Kejadian

: Rabu, 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB

3. Lokasi Kejadian

: Kab. Padang Pariaman, Sumatera Barat

4. Detail

: Gempa berkekuatan 7,6 SR kedalaman 71 Km pada koordinat 0,84 LS–99.65 BT (57 km barat daya Pariaman - SUMBAR). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

5. Gempa dirasakan : Jakarta II MMI, Pekan Baru II-III MMI, Bukit Tinggi III-IV MMI, Bengkulu III-IV MMI, Tapanuli Selatan III-IV MMI, Muko-Muko III-IV MMI, Sibolga IV MMI, Gunung Sitoli IV MMI, Padang VI-VII MMI, Liwa III-IV MMI, Duri - Riau II-III MMI, Singapura II-III MMI dan Malaysia IIIII MMI. 6. Gempa Susulan

: Pukul 17.38.52 WIB, kekuatan 6,2 SR, kedalaman 110 km, pada koordiinat 0.72 LS - 99,94 BT (22 km barat daya Pariaman – SUMBAR)

1

. 7. Diperkirakan masih ada daerah yang belum terpantau di sekitar lokasi terdekat dengan pusat gempa di sepanjang wilayah pesisir pantai Provinsi Sumatera Barat. B. Dampak Bencana 1.

Guncangan gempa dirasakan hampir diseluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dan wilayah yang terkena gempabumi dan dampak parah adalah : Kota Padang, Kota Pariaman, Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Pasaman Barat, Kab. Agam, Kab. Solok dan Kota Solok.

2.

Terdapat kondisi jalan terbelah di sejumlah titik di Kota Padang (diantaranya Bungus Teluk Kabung) dan beberapa ruas jalan di Kab. Solok rusak, serta jalan . Padang Bukit Tinggi tertutup longsor di 3 lokasi di daerah Singgalang Kariang.

3.

Terjadi kebakaran pasca gempa di sejumlah titik di Kota padang, diantaranya di arah Pasar Raya Padang.

4.

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Bandar Udara Tabing Padang pada hari Rabu tanggal 30 September 2009 sempat ditutup, dan pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2009 sudah dapat beroperasi.

5.

Perkiraan Pengungsi ± 50.000 orang.

6.

Penduduk yang terancam dampak bencana : ¾ Padang : 777.893 Jiwa ¾ Padang Pariaman : 338.098 Jiwa ¾ Kota Pariaman : 78.920 Jiwa

2

C. Kondisi Mutakhir 1.

Korban Jiwa

No

Lokasi

Korban Jiwa Meninggal Luka - luka Hilang Mengungsi

Provinsi Sumatera Barat 1 Kab. Padang Pariaman 2 Kab. Padang Pariaman 3 Kab.Pesisir Selatan 4 Kota Padang 5 Kota Pariaman 6 Kota Bukit Tinggi 7 Kota Solok

154

525

7 197 21 7 4

8 1.640

Keterangan

4 4 Ribuan orang masih terjebak direruntuah

Total 390 2.181 - gedung Sumber : Satkorlak PB Prov. Sumatera Barat tanggal 1 Oktober 2009 pukul 22.45 WIB. 2.

Kerusakan Sekolah

Rumah No

Tmpt Ibadah

Bangunan/Gedung

Lokasi RB

Provinsi Sumatera Barat 1 Kab. Pasaman Barat 2 Kota Padang 3 Kota Pariaman 4 Kab. Pesisir Selatan 5 Kota Bukit Tinggi 6 Kab. Padang pariaman 7 Kota Padang panjang Total

RS

RR

RB

RS

RR

RB

RS

RR

RB

RS

RR

150

200

1.500

10 32

2

1

10 180 150 250

32

-

10

2

-

-

1

-

-

740

50 50 60 50

200

1.710

Sumber : Satkorlak PB Prov. Sumatera Barat tanggal 1 Oktober 2009 pukul 12.00 WIB. D. Upaya Penanganan ¾ Pemerintah Pusat 1. Pada tanggal 30 September 2009 telah diadakan rapat koordinasi di kediaman Wakil Presiden RI bersama instansi terkait dengan hasil menunjuk 6 (enam) menteri yang dikomandoi oleh Kepala BNPB untuk penanganan bencana gempa di Prov. Sumatera Barat. Rapat dilanjutkan di BNPB pada pukul 21.00 s/d 24.00 WIB. 2. Pada tanggal 1 Oktober 200, Presiden memberikan arahan agar mengerahkan sumberdaya semaksimal mungkin bantuan dari luar negeri di bawah kendali dan koordinasi pemerintah, serta mengoptimalkan peralatan dan personil TNI. 3. Tanggap darurat penanganan gempa bumi di Prov. Sumatera Barat direncanakan selama 2 bulan. 4. BNPB memberikan bantuan berupa : ¾ Dana sebesar Rp. 5 milyar kepada Pemerintah Daerah, sedangkan dana on call ditambah sebesar Rp. 100 milyar untuk penanganan tahap tanggap darurat. ¾ Mendirikan Posko Aju di Kota Padang ¾ Mengirimkan Tim Reaksi Cepat ¾ Tenda Pleton 20 unit

3

¾ Tenda Keluarga 30 unit ¾ Tenda Gulung 1000 unit ¾ Genset 10 unit ¾ Kelambu 4600 lembar ¾ Selimut 5000 lembar ¾ Tikar 5000 lembar ¾ Kids Ware 100 paket ¾ Peralatan dapur 100 paket ¾ Sandang 100 paket 5. BNPB telah berkoordinasi dengan TNI, POLRI, PMI, relawan (global rescue, RR) dan lainlain. 6. Departemen Sosial, mengirimkan bantuan berupa permakanan sebanyak 3 ton. 7. Departemen Kesehatan telah mengirimkan bantuan berupa: 1. Biaya operasional sebesar Rp. 200 juta, 1,5 ton obat-obatan, 200 buah kantong mayat, 5 ton MP-ASI dan 196 personil terdiri dari 3 tenaga RHA, 75 tenaga medis, 60 tenaga paramedis, 5 tenaga kesehatan dan 53 tenaga lainnya. 2. PPK Sub Regional Sumatera Barat akan mendirikan Rumah Sakit Lapangan. 3. PPK Regional Sumatera Utara mengirimkan 1 paket obat, 100 buah kantong mayat, 30 dus MP-ASI, 10 kotak masker, 3 buah oksigen, 10 buah spanduk dengan menggunakan 3 unit ambulans dan 1 unit mobil operasional. 4. PPK Regional Sumatera Selatan mengirimkan obat-obatan, 60 dus MP-ASI, 20 buah kantong mayat dengan menggunakan 1 unit ambulans, 1 unit mobil klinik dan 2 unit mobil operasional. 5. Dinkes Prov. Bengkulu membawa bantuan obat-obatan dengan menggunakan ambulans. 8. Departemen PU telah mengirimkan bantuan : 1. Melalui jalur laut : 5 unit Mobil Tanki Air (MTA), 2 unit Mobil Penjernih Air (MPA), 3 unit Instalasi Penjernih Air (IPA), 6 buah jerigen air, 100 unit tenda Keluarga, 100 kendaraan MCK, 40 unit hidran umum, dan 10 unit pompa tangan. 2. Melalui jalur darat: 10 unit hidran umum, 1 unit IPA, 24 unit WC darurat, 100 unit jerigen air, 200 meter pipa plastik ukuran 2 inchi dan 5 unit pompa alkon. 9. TNI mengirimkan bantuan tenda, obat, velbet, kompor lapangan, bahan bakar padat, Genset, 1 unit ambulance dan 68 personil untuk evakuasi korban. 10. POLRI mengirimkan bantuan berupa 2 unit pesawat F-50, 1 unit helikopter dan personil. 11. SAR Medan telah mengirimkan personil sebanyak 12 orang menuju Padang Pariaman dan SAR Pekanbaru mengirimkan personil sebanyak 13 orang serta Rescue Truck dan 2 Rescue Car.

4

¾ Pemerintah Provinsi Sumatera Barat 1. Satkorlak PB Provinsi Sumatera Barat telah mendirikan tenda untuk posko darurat di Kantor Gubernur Sumatera Barat dan 2 unit tenda di kantor Badan Kesbangpol & Linmas Prov. Sumbar serta menyiagakan personil untuk menerima informasi pasca gempa dan menindaklanjutinya. 2. Sejumlah rumah sakit di Kota Padang telah mendirikan tenda darurat untuk rumah sakit lapangan. 3. Beberapa alat berat telah dikirim ke sejumlah titik reruntuhan untuk mengevakuasi korban yang terhimpit reruntuhan bangunan. 4. Satkorlak PB Prov. Sumbar telah menyalurkan bantuan berupa 1 ton beras ke Kab. Pesisir Selatan.

E. Bantuan Luar Negeri: Pemerintah Singapura menyiapkan bantuan berupa: 1. Tenda, selimut, dan obat-obatan 2. Tim Medis dan SAR F. Kebutuhan Mendesak 1.

Tim Rescue untuk evakuasi korban

2.

Tim medis (Ortopedi, bedah tulang dan Anastesi)

3.

Peralatan untuk evakuasi dan alat berat untuk membersihkan tanah longsor dan puing-puing bangunan.

4.

Tenda lapangan dan dapur lapangan

5.

Makanan cepat saji , air bersih dan obat-obatan

II.Gempa Bumi di Prov. Jambi A.

B.

C.

Kejadian 1. Jenis Kejadian

:

Gempa Bumi

2. Waktu Kejadian

:

Kamis, 1 Oktober 2009 pukul 08:52:29 WIB

3. Lokasi

:

Provinsi jambi

4. Detail

:

Gempa berkekuatan 7,0 SR kedalaman 10 Km pada koordinat 2.44 LS – 101.59 BT (46 KM Tenggara Sungai Penuh - jambi). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kondisi Mutakhir -

Korban jiwa

:

-.

-

Kerusakan rumah

:

30 unit Rusak Berat di Kec. Gunung Kerinci.

Upaya yang dilakukan -

Pemerintah Provinsi jambi telah memberikan bantuan logistik berupa makanan dan selimut.

-

Dinas PU telah menurunkan alat berat ke lokasi bencana .

Sumber : Kesbang Linmas Prov. Jambi

5

III.

Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan A. Kondisi Terkini 1. Hari Kamis, 1 Oktober 2009 posko BNPB menerima data informasi adanya titik panas/hotspot yang ada di wilayah Sumatera dan Kalimantan sebagaimana tercatat dalam tabel. Berikut adalah data hotspot / titik panas dan kondisi cuaca secara umum : Jumlah Hot Spot*)

Kondisi Cuaca**)

-

Hujan Sedang Hujan Sedang Hujan Ringan Berawan

KALIMANTAN Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah

17 14

Hujan Ringan Cerah berawan Hujan Ringan

Kalimantan Timur

1

Hujan Ringan

Daerah SUMATERA Sumatera Utara Riau Jambi Sumatera Selatan

*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18) ** Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

2. Jarak pandang (visibility) pada hari Kamis, 1 Oktober 2009 di beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut: Nama Kota SUMATERA Medan Pekanbaru Jambi Palembang

07:00

10:00

13:00

16.00

10.000 m 10.000 m 200 m 5.000 m

10.000 m 10.000 m 3.000 m 8.000 m

10.000 m 10.000 m 5.000 m 6.000 m

8.000 m 8.000 m 2.000 m 4.000 m

Pontianak

1.000 m

3.000 m

2.000 m

6.000 m

Banjarmasin Palangkaraya Samarinda

1.200 m 600 m 8.000 m

7.000 m 1.000 m 7.000 m

11.000 m 1.800 m 7.000 m

5.000 m 900 m 4.000 m

KALIMANTAN

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 30 September – 02 Oktober 2009, wilayah Sumatera dan Kalimantan diperkirakan mempunyai : a. Potensi kebakaran Tinggi Wilayah NAD, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Lampung, Sumsel, Bengkulu, Kalteng, Kalbar, Kaltim dan Kalsel. b. Potensi kebakaran Sangat Tinggi di Wilayah Sumatera terdapat di NAD, Riau, Sumsel, Babel dan Lampung sedangkan di wilayah Kalimantan terdapat di Kalbar, Kalteng dan Kalsel. 4. Prakiraan penjalaran asap pada level ketinggian 50 meter sampai dengan tanggal 01 Oktober 2009 pukul 07.00 WIB, di wilayah Riau arahnya menuju Utara sampai ke Riau bagian Utara, di wilayah Sumsel arahnya menuju Barat - Utara sampai ke Jambi dan Bengkulu, di wilayah Babel arahnya menuju Barat Laut sampai ke Jambi dan Riau, di wilayah Kalbar arahnya menuju Barat Laut – Timur Laut sampai ke Serawak, Kep. Natuna, Laut Natuna Selat Kalimata dan Laut Cina Selatan, di wilayah Kalteng arahnya menuju Barat – Timur Laut sampai ke Kalbar, Serawak, Kep. Natuna, Laut Natuna Selat Kalimata dan Laut Cina Selatan. Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

6

B. Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan 1. Sampai saat ini Tim BNPB tetap berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan BMKG, BKSDA, Kepala Bandara, TNI AU, BLHD, dan BPPT untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari serta evaluasi rutin terhadap upaya perkembangan TMC yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2009. 2. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, TNI, Kepolisian dan instansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan kondisi titik panas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. 3. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupaya untuk menyiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. 4. Dinas Kehutanan Prov. Riau menyiagakan 60 personil kuntuk melakukan pemadaman api. 5. Kodam V Tanjungpura menyiagakan pasukannya guna membantu upaya Pemerintah Daerah memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di Propinsi Kalimantan Tengah. 6 Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakan sebanyak 1 pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI. Sebagai Komandan Penanganan Darurat adalah Komandan Korem, dengan posko Bandara Cilik Riwut. 6. Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan Kantor SARNAS Prov. Kalimantan Barat telah melakukan upaya antara lain : - Meningkatkan kegiatan deteksi dini dan menyebarluaskan informasi dari hasil deteksi dini berupa hotspot (titik panas) ke Kabupaten agar dapat di ambil tindakan yang cepat dalam upaya pengendalian, yakni berupa pemadaman dini (anitial atack). - Menghimbau kepada para pemegang HPH/HPHTI, agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau, berupa mengintensifkan pengawasan/patroli dalam wilayah kerja, penyuluhan serta mensiagakan sarana dan prasarana agar siap dapat dimobilisasi apabila terjadi kebakaran. - Melakukan penyuluhan dengan memberikan himbauan dengan pemasangan spanduk di Kecamatan Rasau Jaya, Ambawang dan Sei Raya serta mengintensifkan pengawasan/potroli. - Kasi Ops REM 121 ABW, menyiagakan personil sebanyak 1 SSK untuk membantu Operasi Lapangan dalam rangka pemadaman api. - Kasi Reskrim Polda Kalimantan Barat menyiagakan 1 unit Helikopter untuk melakukan pemantauan lokasi Kebakaran dan Hotspot / titik panas - Kantor SARNAS Pontianak menyiagakan Tim Rescue SAR sebanyak 42 orang yang tersebar di Pos Sintete Kab. Sambas, di Pos Kab. Ketapang, serta Shelter SAR Pontianak 30 orang ). 7. Satkorlak PB Prov. Kalteng menggunakan 1 unit pesawat CASA-200 untuk melakukan pemadaman lewat udara, dan saat ini dalam proses perbaikan di Bandara Cilik Riwut. 8. Saat ini di Kalimantan Tengah telah didirikan posko-posko Pasukan Penanggulangan Asap antara lain ; Posko Satkorlak (Bandara Cilik Riwut), Posko Satlak (14 Kabupaten dan Kota), Posko TNI-AU (Pangkalan Bun), Posko Pemda (Palangkaraya), Adpel (Bahaur, Sampit dan Kumai), Pos AL (Sampit dan Kumai), Kodim TNI-AD (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Yonif 631/Atg TNI-AD (masing-masing 1 SSK di Palangkaraya, Sampit dan Muara Teweh), Polri (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Airud (masing-masing 1 tim di Bahaur, Teluk Sampit dan Kumai), Manggala Agni (6 regu di Palangkaraya, 2 regu di K. Kapuas, 1 regu di P. Pisau dan 1 regu di Sampit), Tim Serbu (2 regu di Pangkalan Bun, 2 regu di Muara Teweh, 20 regu di Palangkaraya dan 5 regu di P. Pisau). Sumber :Gubernur Prov. Kalbar, Dep. Kehutanan, Dishut Prov. Kalbar, Badan LH Kalteng, TRC BNPB dan Meneg LH.

IV.

Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia Saat ini ada 4 (empat) gunung api yang masih dinyatakan dalam status “Siaga” (Level III) yaitu : A. Status Gunung Berapi 1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara Berdasarkan analisis hasil pemantauan kegempaan dan visual dari 17 Agustus 2009 hingga hari Kamis, 01 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Karangetang masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).

7

2. Gunung Api Anak Krakatau di Kab. Lampung Selatan, Prov. Lampung Sejak tanggal 6 Mei 2009 hingga hari Kamis, 01 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Krakatau masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III). 3. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara Sejak tanggal 5 Agustus 2009 hingga hari Kamis, 01 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Ibu masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III). 4. Gunung Api Talang di Kab. Solok, Prov. Sumatera Barat Sejak tanggal 17 Agustus 2009 hingga hari Kamis, 01 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Talang masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III). B. Rekomendasi 1. Masyarakat diharapkan tidak mendaki dan mendekati pulau gunung Anak Krakatau, G ibu, G. Karangetang dan G. Talang dalam radius 2 km dari kawah Gunung 2. Masyarakat di sekitar G. Api Karangetang, G. Anak Krakatau, G Ibu dan G. Talang dihimbau agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB setempat. 3. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutup hidung) untuk mengantisipasi dampak hujan abu. 4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu berkoordinasi dengan BNPB, Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut. Sumber : Pusat Vulkanologi dan Miitigasi Bencana Geologi.

V.

Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Jumat, 02 Oktober 2009 dilaporkan sebagai berikut : CUACA NO L0KASI Pagi Siang Malam (00.05 – 12.00) (12.05 – 18.00) (18.05 – 24.00) 1

Jakarta Pusat

2

Jakarta Utara

3

Jakarta Selatan

4

Jakarta Timur

5 6 7 8

Berawan

Berawan

Berawan

Berawan

Berawan

Berawan

Berawan

Berawan

Berawan

Berawan

Berawan

Jakarta Barat

Berawan

Berawan

Berawan

Kep. Seribu

Berawan

Berawan

Berawan

Bogor

Berawan

Berawan dan hujan ringan

Berawan dan hujan ringan

Tangerang

Berawan

Berawan

Berawan

9

Depok

Berawan

Berawan dan hujan ringan

Berawan

10

Bekasi

Berawan

Berawan

Berawan

Keterangan : - Hujan Ringan - Hujan Sedang - Hujan Lebat - Hujan Sangat Lebat

Berawan

: : : :

1.0 – 5.0 mm/jam 5.0 – 10 mm/jam 10 – 20 mm/jam > 20 mm/jam

5 – 20 mm/hari 20 – 50 mm/hari 50 – 100 mm/hari > 100 mm/hari

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

8

VI. Prakiraan Gelombang Tinggi Prakiraan gelombang tinggi untuk Hari Kamis, 01 Oktober 2009 pukul 19.00 WIB hingga Hari Jumat, 02 Oktober 2009 pukul 07.00 WIB, sebagai berikut : •

• •

2.0 – 3.0 m : Selat Malaka bagian utara, Perairan barat Aceh hingga Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, Laut Sawu, Perairan P. Rote, Laut Cina Selatan, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Selat Lombok, Laut Arafuru bagian timur, Perairan Merauke, Samudera Pasifik utara Papua. 3.0 – 4.0 m : Perairan utara Aceh, Perairan barat Lampung, Perairan selatan Jawa hingga NTB. 4.0 – 5.0 m : Laut Andaman, Samudera Pasifik timur Philipina.

Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Pengawas,

Jakarta, 02 Oktober 2009 Ketua Kelompok Piket,

Dra, Anny Isgiati

Ir. M. Darwis Sitinjak

9

View more...

Comments

Copyright � 2017 NANOPDF Inc.
SUPPORT NANOPDF